LPM UNIPMA Gelar Workshop SPMI, Samakan Persepsi PPEPP bagi PMPS Prodi 

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas PGRI Madiun menggelar Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dengan fokus pada persamaan persepsi pembuatan siklus PPEPP bagi Penanggung Jawab Penjaminan Mutu Program Studi (PMPS) di lingkungan FKIP. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 13 Maret 2024, pukul 08.00–16.00 WIB di Ruang A-103.

Workshop diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) bersama FKIP sebagai langkah strategis memperkuat implementasi SPMI di tingkat program studi. Ketua panitia, Dr. Lingga Nico Pradana, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan pemahaman seluruh PMPS terkait siklus PPEPP.

“Kesamaan persepsi ini menjadi sangat penting agar seluruh PMPS Prodi memiliki acuan yang selaras dalam menyusun, melaksanakan, serta mengembangkan dokumen dan praktik penjaminan mutu secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LPM, Dr. Wasilatul Murtafiah, M.Pd., yang juga bertindak sebagai pemateri, menegaskan bahwa implementasi SPMI tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata.

“Implementasi SPMI tidak hanya berfokus pada pemenuhan dokumen administratif, tetapi juga pada efektivitas pelaksanaan dan keberlanjutan peningkatan mutu. Setiap tahapan PPEPP harus dilaksanakan secara sistematis, terukur, dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi,” tegasnya.

Workshop ini bertujuan menyamakan persepsi PMPS terkait konsep dan implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan), meningkatkan kompetensi dalam penyusunan dokumen mutu, serta mendorong penerapan budaya mutu secara konsisten dan berkelanjutan.

Dekan FKIP, Dr. Sardulo Gembong, M.Pd.,  bersama Ketua LPM menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan budaya mutu di lingkungan fakultas.

Kegiatan berlangsung lancar dengan partisipasi aktif seluruh peserta. Antusiasme terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas kebijakan serta implementasi SPMI, konsep siklus PPEPP, hingga praktik penyusunan dokumen di tingkat program studi.

Pada sesi praktik, peserta menyusun draft dokumen PPEPP sesuai standar yang telah ditetapkan. Hasilnya, para PMPS dinilai mampu menghasilkan dokumen yang lebih terstruktur dan sistematis, sekaligus mengidentifikasi kendala implementasi SPMI untuk dicarikan solusi bersama.

Workshop ini tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga menghasilkan rencana tindak lanjut implementasi PPEPP di masing-masing program studi. 

Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dan aplikatif. Meski demikian, peserta mengusulkan penambahan contoh dokumen PPEPP yang lebih beragam serta pendampingan lanjutan agar implementasi berjalan optimal.

Secara keseluruhan, workshop ini dinilai efektif dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat implementasi SPMI secara terarah, sistematis, dan berkelanjutan, sekaligus meneguhkan budaya mutu sebagai bagian integral tata kelola akademik di lingkungan Universitas PGRI Madiun.